Translate:

Konflik Chad-Libya (Part 2)


Intervensi Libya
Hal ini menjadi jelas sejak awal bahwa Habré mengisolasi dirinya dari anggota GUNT lainnya. Ia diremehkan oleh anggota GUNT lainnya. Permusuhan Habré atas kekuasaan Libya di Chad dipersatukan dengan ambisinya dan kekejamannya: pengamat mengakhiri bahwa pemimpin perang tidak akan pernah berisi dengan apapun dari jabatan tertingi yang pendek. Dalam beberapa konteks diketahui bahwa segera atau nantinya sebuah konfrontasi bersenjata dengan Habré dan faksi pro-Libya akan terjadi, dan yang lebih penting lagi, antara Habré dan Goukouni.

Seperti yang diduga, pertempuran di ibukota antara FAN Habré dan grup pro-Libya menjadi lebih serius secara progresif. Pada akhirnya, pada tanggal 22 Maret 1980 sebuah insiden kecil, seperti pada tahun 1979 dengan yang pertama, menyebabkan terjadinya pertempuran N'Djamena kedua. Dalam waktu sepuluh hari, perselisihan antara FAN dan Angkatan Bersenjata Rakyat Goukouni, yang baik keduanya memiliki 1.000 - 1.500 pasukan di kota, telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan penerbangan sekitar setengah dari populasi ibukota. Beberapa pasukan Perancis yang tersisa, yang meninggalkan Chad pada tanggal 4 Mei 1980 menyatakan mereka netral, seperti yang dilakukan oleh pasukan Republik Demokratik Kongo.

Ketika FAN disuplai secara ekonomi dan militer oleh Sudan dan Mesir, Goukouni segera menerima bantuan setelah dimulainya pertempuran dengan bantuan bersenjata dari FAT Kamougué dan CDR Acyl, dan juga disediakan dengan artileri Libya. Pada tanggal 6 Juni 1980, FAN mengambil alih kekuasaan kota Faya. Hal ini menakutkan Goukouni, dan ia menandatangani perjanjian persahabatan dengan Libya pada tanggal 15 Juni 1980. Perjanjian itu memberi Libya tangan yang bebas di Chad, mengesahkan kehadirannya di Chad: hal ini terutama jelas dalam pasal pertama perjanjian itu yang tertulis bahwa kedua negara menjalankan pertahanan yang menguntungkan.

Dimulai pada bulan Oktober, tentara Libya melakukan sistem pengangkutan melalui udara menuju Aouzou Strip dioperasikan dalam sambungan dengan pasukan Goukouni untuk menduduki kembali Faya. Kota ini lalu digunakan sebagai titik kumpulan untuk tank, artileri dan kendaraan tempur lapis baja yang bergerak kearah selatan atas ibukota Chad, N'Djamena.

Sebuah serangan dimulai pada tanggal 6 Desember 1980, dipelopori oleh T-54 dan tank T-55 Uni Soviet dan menurut laporan oleh penasehat Uni Soviet dan Republik Demokratik Jerman, menyebabkan jatuhnya ibukota pada tanggal 16 Desember 1980. Pasukan Libya, berjumlah sekitar 7.000 sampai 9.000 orang dan paramiliter legiun Islam Pan-Afrika, 60 tank, dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, telah diterbangkan sepanjang 1.100 kilometer di padang pasir dari perbatasan selatan Libya, sebagian oleh pengangkutan melalui udara dan transporter tank dan sebagian di bawah kekautan mereka sendiri. Perbatasan itu sekitar 1.000 sampai 1.100 kilometer dari markas utama Libya di pantai Laut Tengah. Intervensi Libya mendemonstrasikan sebuah kemampuan logistik yang mengesankan, dan merupakan kemenangan militer pertamanya dan pencapaian besar secara politik Gaddafi yang pertama.

Ketika terpukul mundur sampai pengasingan dan dengan pasukannya membatasi ke zona perbatasan Darfur, Habré tetap bersifat menantang: pada tanggal 31 Desember 1980, ia mengumumkan di Dakar ia akan melanjutkan pertempuran gerilya melawan GUNT.



Mundurnya Libya
Pada tanggal 6 Januari 1981, sebuah pengumuman resmi gabungan dikeluarkan di Tripoli oleh Gaddafi dan Goukouni bahwa Libya dan Chad telah memilih "untuk bekerja untuk mencapai persatuan penhu di antara kedua negara". Rencana penyatuan menyebabkan reaksi berlawanan yang kuat di Afrika, dan dengan segara terdapat reaksi dari Perancis, bahwa pada tanggal 11 Januari 1981 ditawarkan untuk menguatkan garnisun Perancis di negara-negara Afrika yang ramah dan ditempatkan pada tanggal 15 Januari 1981 armada laut Perancis di laut Tengah dalam keadaan siaga. Libya menjawab dengan mengancam untuk membebankan sebuah embargo minyak, sementara Perancis mengancam untuk bereaksi jika Libya menyerang negara lainnya. Persetujuan ini juga dilawan oleh semua menteri GUNT dengan Goukouni di Tripoli, dengan pengecualian Acyl.

Banyak pengamat percaya bahwa alasan di balik Goukouni yang menyetujui persetujuan dapat ditemukan dalam beberapa hal, tekanan kuat dan bantuan finansial yang dijanjikan oleh Gaddafi. Juga, hanya sebeluma ia mengunjungi ibukota Libya, Goukouni telah mengirim 2 dari panglima besarnya ke Libya untuk konsultasi. Di Tripoli, Goukouni dipelajari oleh Gaddafi bahwa mereka telah dibunuh oleh "orang Libya yang tidak sepakat", dan jika ia tidak mau untuk mendapat risiko kehilangan simpati Libya dan kehilangan kekuasaan, ia harus menerima rencana penggabungan.

Kepentingan oposisi yang ditemui menyebabkan Gaddafi dan Goukouni untuk berbicara tentang kepentingan dari hal ini, berbicara tentang persatuan rakyat, dan bukan negara, dan sebagai jalan pertama menuju kolaborasi yang lebih dekat, tetapi kerusakan telah dilakukan, dan dengan buruk melemahkan wibawa Goukouni sebagai nasionalis dan negarawan.

Meningkatnya tekanan internasional atas kehadiran Libya di Chad pada awalnya ditemui oleh Goukouni yang menyatakan bahwa Libya ada di Chad karena diminta oleh pemerintah, dan mediator internasional harus menerima keputusan pemerintah Chad. Dalam pertemuan yang dilakukan bulan Mei, Gokouni menyatakan bahwa sementara kemunduran pasukan Libya bukan prioritas, ia akan menerima keputusan Organisasi Kesatuan Afrika. Goukouni hampir tidak melakukan dalam beberapa waktu meninggalkan kepada bantuan militer Libya, yang dijanjikan dengan FAN Habré, selalu didukung oleh Mesir dan Sudan dan didanai melalui Mesir oleh CIA.

Dalam relasi antara Goukouni dan Gaddafi mulai memburuk. Tentara Libya berpatroli dalam berbagai tempat di Chad utara dan tengah, dalam jumlah yang telah mencapai sekitar 14.000 tentara pada bulan Januari - Februari. Tentara Libya di negara membuat sebuah gangguan di GUNT, oleh faksi yang mendukung Acyl dalam perselisihan dengan milisi lainnya, termasuk perselisihan yang terjadi pada bulan April dengan Angkatan Bersenjata Rakyat Goukouni. Terdapat juga usaha untuk melibyanisasi populasi lokal, yang membuat banyak pengakhiran unifikasi untuk Libya berarti Arabisasi dan pembebanan budaya politik Libya, dalam Buku Hijau.

Terjadi perselisihan pada bulan Oktober di antara legiuner Islam Gaddafi dan pasukan Goukouni, dan rumor bahwa Acyl merencanakan kudeta untuk menguasai kepemimpinan GUNT, Goukouni meminta pada tanggal 29 Oktober 1981 untuk menyelesaikan dan kemunduran tegas tentara Libya dari teritori Chad, dimulai dari ibukota, yang akan selelsai pada tanggal 31 Desember 1981. Orang Libya akan digantikan oleh pasukan Inter-Afrika Organisasi Kesatuan Afrika. Gaddafi menuruti dan pada tanggal 16 November semua pasukan Libya meninggalkan Chad, dan dilakukan distribusi pasukan kembali di Jalur Aouzou.

Kemunduran cepat Libya membuat banyak pengamat terkejut. Alasan ditemukan dalam keinginan Gaddafi untuk menjadi tuan rumah konferensi Organisasi Kesatuan Afrika tahun 1982 dan menguasai kepresidenan Organisasi Kesatuan Afrika pada tahun itu. Poin lain dapat ditemukan dalam situasi kesulitan Libya di Chad tanpa beberapa penerimaan internasional untuk kehadiran Libya, akan menjadi sulit untuk mengambil risiko menyebabkan perang dengan Mesir dan Sudan, dengan dukungan Amerika Serikat. Hal ini berarti bahwa Gaddafi telah meninggalkan tujuan yang ia lakukan untuk Chad, tetapi bahwa ia sekarang harus mencari orang lain sebagai pemimpin Chad. Goukouni telah membuktikan dirinya tidak dapat dipercaya.


Habré merebut N'Djamena
Komponen pertama IAF yang tiba di Chad adalah pasukan payung Republik Demokratik Kongo yang diikuti oleh pasukan Nigeria dan Senegal, membawa IAF menjadi 3.275 orang. Sebelum pasukan penjaga perdamaian secara penuh didistribusikan, Habré mengambil kesempatan atas mundurnya Libya, dan melakukan serangan besar-besaran di Chad timur, termasuk kota pentingAbéché,yang jatuh pada tanggal 19 November 1982. Setelah itu pada awal bulan Januari, Oum Hadjer juga jatuh, hanya sekitar 100 mil dari Ati, kota yang bersangkut-paut terakhir sebelum ibukota. GUNT diselamatkan untuk beberapa waktu oleh IAF, hanya pasukan militer yang dapat dihargai mengkonfrontasi Habré, yang mencegah FAN merebut Ati.

Pada serangan ringan Habré, Organisasi Kesatuan Afrika meminta GUNT untuk membuka rekonsiliasi dengan Habré, sebuah permintaan yang ditolak oleh Goukouni. Nantinya ia berkata:
“ Organisasi Kesatuan Afrika telah menipu kita. Keamanan kita seluruhnya dijamin oleh tentara Libya. Organisasi Kesatuan Afrika menaruh tekanan terhadap kita untuk mengeluarkan Libya. Sekarang ketika mereka telah pergi, organisasi telah meninggalkan kita ketika membebankan terhadap kita sebuah negosiasi dengan Hissein Habre"


Pada bulan Mei, FAN memulai serangan terakhir, melewati dengan tak dirintangi oleh penjaga perdamaian di Ati dan Mongo. Goukouni marah dengan penolakan IAF untuk melawan Habré, membuat sebuah usaha untuk mengembalikan relasinya dengan Libya, dan mencapai Tripoli pada tanggal 23 Mei 1982, tetapi Gaddafi, terbakar oleh pengalamannya pada tahun sebelumnya, memproklamasikan kenetralan Libya dalam perang saudara di Chad.

Pasukan GUNT mencoba untuk melakukan sebuah pendirian terakhir di Massaguet, 50 mil sebelah utara ibukota di jalan Abéché-N'Djamena, tetapi ditaklukan oleh FAN pada tanggal 5 Juni 1982setelah pertempuran berat. 2 hari kemudian, Habré memasuki N'Djamena tanpa adanya perlawanan, membuatnya secara de facto sumber pemerintahan nasional di Chad, ketika Goukouni melarikan diri dari Chad mencari perlindungan di Kamerun.

Segera setelah pendudukan ibukota, Habré memulai mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan menduduki sisa dari negara. Dalam waktu 6 minggu, ia menguasai Chad selatan, menghancurkan FAT, milisi Kamougué, yang berharap untuk bantuan Libya untuk menggagalkan. Sisa dari negara juga dimasukan, dengan pengecualian Tibesti.


Serangan GUNT
Sejak Gaddafi telah menyimpan dirinya hampir jauh dari jatuhnya N'Djamena, Habré berharap pada awalnya untuk mencapai sebuah pengeritan dengan Libya, melalui sebuah persetujuan dengan wali di Chad, pemimpin CDR Acyl, yang muncul dengan mau menerima terhadap dialog, tetapi Acyl meninggal pada tanggal 19 Juli, digantikan oleh Acheikh ibn Oumar, dan CDR dibuat benci oleh hasrat besar Habré untuk menyatukan negara, membuatnya mengacaukan kekuasaan CDR.

Oleh karena itu, dengan dukungan Libya agar Goukouni mengumpulkan kembali GUNT, dibuat pada bulan Oktober sebuah pemerintahan nasional perdamaian dengan kedudukannya di kota Tibesti di Bardai dan mengklaim sebagai pemerintahan legislatif dengan syarat pada persetujuan Lagos. Untuk pertempuran yang akan datang, Goukouni dapat menghitung dalam 3.000 - 4.000 orang diambil dari beberapa milisi, nantinya digabung dalam Armée Nationale de Libération (ANL) di bawah komando orang dari selatan, Negue Djogo.

Sebelum Gaddafi dapat melempar berat seluruhnya di belakang Goukouni, Habré menyerang GUNT di Tibesti, tetapi dapat ditaklukan pada bulan Desember tahun 1982 dan pada bulan Januaritahun 1983. Dalam waktu beberapa bulan dapat dilihat memperkuatnya pertempuran di utara, sementara berbicara, dengan penukaran pada bulan Maret dengan kunjungan antara Tripoli dan N'Djamena, rusak. Oleh karena itu, pada tanggal 17 Maret, Habré memberitahu Perserikatan Bangsa Bangsa tentang perselisihan antara Chad dan Libya, meminta untuk pertemuan daruratDewan Keamanan PBB untuk memandang agresi dan pendudukan Libya atas teritori Chad.

Gaddafi kini siap untuk sebuah serangan. Serangan dimulai pada bulan Juni, ketika 3.000 pasukan GUNT menyerang Faya-Largeau, benteng pemerintahan utama di utara yang jatuh pada tanggal25 Juni yang setelah itu melanjutkan serangan menuju Koro Toro, Oum Chalouba dan Abéché, menguasai jalur utama menuju N'Djamena. Libya, ketika menolong dengan merekrut dan melatih serta menyediakan artileri berat untuk GUNT, hanya memasukan beberapa ribuan pasukan tetap untuk serangan, dan hampir dari seluruhnya adalah artileri dan logistik. Hal ini dilakukan karena hasrat Gaddafi bahwa konflik ini harus dibaca sebagai urusan internal Chad.

Komunitas internasional bereaksi terhadap serangan yang didukung Libya, terutama Perancis dan Amerika Serikat. Pada hari yang sama setelah jatuhnya Faya, menteri luar negeri Perancis,Claude Cheysson memperingati Libya bahwa Perancis tidak akan tetap "acuh tak acuh" terhadap intervensi baru Libya di Chad, dan pada tanggal 11 Juli pemerintah Perancis menuduh kembali Libya atas dukungan langsung militer terhadap pemberontak. Pengiriman senjata Perancis dilanjutkan pada tanggal 27 Juni, dan pada tanggal 3 Juli kontingen pertama dari 250 orang Republik Demokratik Kongo tiba untuk memperkuat Habré; Amerika Serikat mengumumkan pada bulan Juli bantuan militer dan makanan senilai 10 milyar dolar. Gaddafi juga menderita kemunduran diplomatik dari Organisasi Kesatuan Afrika, bahwa pada pertemuan yang dilakukan pad abulan Juni secara resmi mengakui pemerintahan Habré dan meminta seluruh pasukan luar negeri untuk meninggalkan Chad.

Disuplai oleh Amerika Serikat, Republik Demokratik Kongo dan Perancis, Habré dengan deras mereorganisir pasukannya (sekarang disebut Angkatan Bersenjata Nasional Chad atau FANT dan bergerak ke utara untuk menyerang GUNT dan Libya, yang ditemui di selatan Abéché. Habré membuktikan kemampuannya, menghancurkan pasukan Goukouni dan memulai sebuah serangan balik yang luas yang membolehkannya mengambil kembali Abéché, Biltine, Fada dan, pada tanggal 30 Juli, Faya-Largeau, mengancam untuk menyerang Tibesti dan Jalur Aouzou.

Operasi Manta
Peta Chad termasuk garis pertahanan ke-15 (garis merah). Perancis memisahkan pemerintahan dengan pasukan pemberontak.

Merasa bahwa kehancuran total GUNT akan menjadi tidak dapat ditolerir dan menghancurkan kewibawaannya, dan ditakuti bahwa Habré akan menyediakan untuk semua oposisi atas Gaddafi. Kolonel memanggil intervensi Libya dalam kekuatan. Sekutu Chadnya tidak dapat menjamin kemenangan tanpa bantuan Libya.

Sejak hari setelah jatuhnya kota, Faya-Largeau dijadikan lokasi utama untuk bombardmen udara, menggunakan Su-22 dan Mirage F-1dari lapangan udara Aouzou,bersama dengan pengebom Tu-22 dari Sebha. Dalam waktu sepuluh hari, pasukan darat dalam jumlah yang besar telah dipasang di timur dan barat Faya-Largeau oleh tentara yang menerbangkan pesawat udara pertama, pasukan lapis baja dan artileri melalui udara ke Sabha, Al Kufrah, dan lapangan udara Aouzou, dan lalu oleh jarak yang lebih pendek pesawat transport ke daerah konflik. Pasukan Libya berjumlah sampai 11.000 orang, dan 80 pesawat tempur berpartisipasi dalam serangan. Libya menegakan peran tradisionalnya dengan menyediakan dukungan api, dan untuk serangan GUNT, dapat berjumlah sekitar 3.000 - 4.000 orang.

GUNT dan Libya pada tanggal 10 Agustus menyerang oasis Faya-Largeau. Habré telah berkubu dengan sekitar 5.000 tentara. Dengan menggunakan peluncur roket, artileri dan tank dan serangan udara berkelanjutan, garis pertahanan FANT dihancurkan ketika GUNT melancarkan serangan terakhir, meninggalkan 700 tentara FANT di tanah. Habré melarikan diri dengan sisa pasukannya ke ibukota tanpa dikejar orang Libya.

Hal ini adalah untuk membuktikan kesalahan besar dalam taktik. Intervensi baru Libya telah menakutkan Perancis, juga karena tekanan Amerika Serikat dan Afrika, diumumkan pada tanggal 6 Agustus kembalinya tentara Perancis ke Chad sebagai bagian dari Operasi Manta, berarti untuk menghentikan serangan GUNT dan Libya dan melemahkan kekuasaan Gaddafi di Chad. 3 hari kemudian beberapa ratus tentara Perancis dikirim ke N'Djamena dari Republik Afrika Tengah, yang nantinya dibawa sampai 2.700, dengan beberapa skuadronJaguar pesawat tempur dan pengebom. Ini adalah ekspedisi pasukan terbesar yang pernah dilakukan Perancis di Afrika, kecuali untukPerang Kemerdekaan Aljazair.

Pemerintah Perancis lalu menetapkan batasan yang disebut garis merah, terbentang dari Mao sampai Abéché, dan memperingati bahwa mereka tidak akan mentolerir serangan apapun ke selatan garis ini baik oleh pasukan Libya atau GUNT. Baik Libya dan Perancis tetap di sisi mereka pada garis tersebut, dengan Perancis menunjukan tidak ingin menolong Habré merebut kembali daerah utara, sementara Libya menghindari memulai konflik dengan Perancis dengan menyerang garis. Hal ini menyebabkan adanya divisi negara secara de facto, dengan Libya menguasai seluruh teritori di sisi utara garis merah.

Ketenangan terjadi, selama bulan November, pembicaraan yang disponsori oleh Organisasi Kesatuan Afrika gagal untuk mendamaikan faksi Chad yang berlawanan; pemimpin Ethiopia, Mengistumencoba untuk mendamaikan oposisi di Chad pada awal tahun 1984, namun gagal. Kegagalan Mengistu diikuti pada tanggal 24 Januari oleh serangan GUNT, didukung oleh Libya di pos FANT di daerah Ziguey, pergerakan yang dilakukan dengan tujuan untuk membujuk Perancis dan negara-negara Afrika untuk membuka kembali negoisiasi. Perancis bereaksi dengan melancarkan serangan udara balasan, membawa pasukan baru ke Chad dan meningkatkan garis pertahanan menjadi garis pertahanan ke-16.


**Artikel Sebelumnya:

**Besok akan dilanjutkan lagi dari "Mundurnya Pasukan Perancis" sampai "Akhir dai Konflik"

**Bagi yang mau mendiskusikan tentang "Konflik Chad - Libya" silahkan tinggalkan komentar dibawah

Penulis : Yudo Utomo ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Konflik Chad-Libya (Part 2) ini dipublish oleh Yudo Utomo pada hari Sunday, October 7, 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Konflik Chad-Libya (Part 2)
 
Reactions: 

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...