Translate:

Ada Udang Selingkuh di Wamena

Udang Selingkuh

Wamena - Kuliner khas Kota Wamena, Papua, ini memang terdengar unik. Namanya udang selingkuh, yang olahannya paling banyak dicari wisatawan domestik dan asing. Kalau berkunjung ke kota ini, udang selingkuh wajib dicicipi!


Selasa (7/8/2012) siang, saya tiba di Wamena dalam keadaan lapar. Bolehlah menyebut diri sendiri "jet lag", mengingat total perjalanan dari Jakarta adalah 11 jam. Apalagi diakhiri dengan menjadi penumpang Trigana Air yang suara mesinnya memekakkan telinga.

Rupanya suara keroncongan tak hanya bersumber dari perut saya. Beberapa wartawan lain yang ditugaskan meliput Festival Lembah Baliem 2012 pun tampak mengelus perut begitu sampai di Bandara Wamena. Setelah tiba di Hotel Baliem Pilamo dan beristirahat sejenak, untunglah, sepiring nasi goreng mendarat di depan mata.

Itulah pertama kalinya saya melihat penampakan udang selingkuh. Tubuhnya berbentuk udang, namun kedua capitnya besar seperti kepiting. Dalam benak saya, udang ini selingkuh dengan kepiting!


Mungkin karena itulah hewan ini disebut udang selingkuh. Dulu, udang dengan nama latin "cherax albertisii" ini menjadi sumber protein hewani masyarakat sekitar Kota Wamena, termasuk juga Lembah Baliem. Mereka biasa mencari udang jenis (dan beberapa jenis udang lainnya) di Sungai Baliem.

Sekarang, keberadaan udang selingkuh sudah jarang ditemui di Sungai Baliem. Namun warga masih bisa mendapatinya di beberapa danau sekitar Kota Wamena seperti Danau Paniai, Danau Tigi, dan Danau Tage.


Udang selingkuh rebus yang disajikan siang itu terhidang bersama nasi goreng dan telur mata sapi. Walaupun mungil tapi rasanya sangat nikmat, persis lobster!

Malam harinya, kami bertandang ke Rumah Makan Blambangan yang letaknya dekat hotel, di Jalan Trikora. Sepiring udang selingkuh rebus kembali terhidang di depan mata. Satu piring berisi 5-6 udang, dengan ukuran yang lebih besar!

Selain direbus atau digoreng seperti biasa, udang selingkuh juga bisa disantap dengan berbagai saus seperti saus mentega, saus tiram, saus padang, dan asam manis. Apalagi kalau disantap dengan tumis kangkung, dijamin makin lezat!

Karena rasanya yang lezat, udang selingkuh juga tergolong mahal. Harga satu porsi seperti yang disajikan RM Blambangan dipatok Rp 100.000-Rp 300.000 sesuai ukuran. Setelah puas menyantap udang selingkuh, jangan lupa akhiri makan malam dengan menyeruput kopi Wamena yang terkenal nikmat.


Nih sob fotonya:


Penulis : Yudo Utomo ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Ada Udang Selingkuh di Wamena ini dipublish oleh Yudo Utomo pada hari Sunday, December 2, 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 2 komentar: di postingan Ada Udang Selingkuh di Wamena
 
Reactions: 

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...