Translate:

Showing posts with label Bola. Show all posts
Showing posts with label Bola. Show all posts

10 Jersey Sepak Bola Yang Legendaris

Seragam merupakan identitas bagi seseorang maupun suatu lembaga. Sama halnya seragam dalam dunia sepak bola yang menjadi trade mark club. Berikut:


11. Kamerun
jersey lengan buntung Kamerun di penyisihan Piala Dunia 2002, namun akhirnya dilarang FIFA


10. Juventus
Kostum ini dipakai Juventus sebagai peringatan 100 tahun berdirinya La Vecchia Signora. Warna merah jambu (pink) dipakai karena warna itulah yang dipakai saat Juve pertama kali berdiri. Untungnya, saat memasukki abad ke-20, kostum hitam-putih mulai dipakai. Jika tidak, mungkin julukan Juventus kini menjadi Colore Rosa (pink) yang jauh lebih feminim.


9. Kroasia, 1996
Pada penampilan perdananya di turnamen besar, Kroasia langsung menggebrak dunia karena berhasil masuk hingga perempat-final Euro 1996 di Inggris. Bermaterikan beberapa pemain bekas tim juara Piala Dunia Yunior 1987, Kroasia hanya kalah dari Jerman, yang akhirnya menjadi juara, di Old Trafford. Kostum kotak-kotak merah-putih juga menjadi inovasi tersendiri dalam kejuaraan itu.


8. Ajax Amsterdam
Bagian vertikal merah di tengah dan diapit oleh putih di masing-masing sisi menjadi ciri khas tersendiri bagi raksasa Belanda ini. Mungkin hanya perubahan sponsor yang memberikan sentuhan berbeda yang tak signifikan untuk jersey yang unik tetapi sederhana ini.


7. Denmark, 1986
Kostum ini mendatangkan cukup banyak kontroversi, serupa seperti kemunculan tim Skandinavia ini. FIFA sempat ikut campur dalam masalah ini, karena bukan hanya baju yang separuh merah dan putih, tetapi juga celana. Akhirnya, celana pun berubah menjadi putih, tetapi prestasi Denmark di Piala Dunia Meksiko 1986 tetap luar biasa dengan mencatat nilai sempurna di babak grup termasuk dari tim kuat Jerman Barat, tetapi akhirnya dibantai Spanyol di 16 besar.


6. Real Madrid, 1960-an
Kejayaan Real Madrid pada era 1960-an di atas lapangan hijau, bukan hanya memberikan inspirasi dari permainan mereka di lapangan, tetapi juga dari kostum tim yang digunakan. Warna putih polos dan tak dirusak oleh motif ataupun logo dicontoh oleh banyak tim, termasuk Leeds United dan kini LA Galaxy.


5. Jorge Campos, 1990-an
Kiper Meksiko ini menjadi satu-satunya peserta individu yang masuk dalam daftar ini. Kiper eksentrik ini dikenal dengan kepiawaiannya di bawah mistar, dan lebih karena kostumnya yang unik. Campos dikenal sering merancang sendiri kostum yang dipakai. Meskipun terkadang aneh dan tak masuk akal sehat, tetapi keberaniannya untuk tampil beda patut diacungi jempol.


4. Glasgow Celtic, 1967
Selain sukses meraih gelar Liga Champions, Glasgow Celtic juga berhasil mencuri perhatian karena jersey yang digunakan. Celtic pernah menggunakan kostum tanpa nomor punggung! Nomor hanya terdapat di celana, hingga akhirnya UEFA meminta Celtic untuk memasang nomor di punggung mereka.
Garis hijau putih polos yang membawa Celtic juara Liga Champions ini tanpa dilengkapi nomor punggung.



3. Belanda (Johan Cruyff), 1974
Masalah sponsor, serupa seperti yang terjadi terhadap pebasket Michael Jordan pada Olimpiade Barcelona 1992, ternyata juga terjadi di dunia sepakbola. Johan Cruyff menolak memakai tiga garis yang menghiasi kostum tim Oranye pada Piala Dunia 1974 karena ia memiliki kontrak pribadi dengan Puma. Sebagai solusi, akhirnya hanya ada dua garis pada kostum Cruyff. Selain itu, Cruyff juga ngotot mengenakan nomor punggung 14, meskipun saat itu Belanda mengatur nomor punggung berdasarkan abjad pemain. Tampak jelas hanya terdapat dua garis hitam membujur di atas pundak dan lengan Cruyff serta nomor 14 pada celananya


2. Prancis, 1984 dan 1998
Kostum Les Bleus pada Piala Eropa 1984 punya makna tersendiri bagi rakyat Prancis. Saat itu, Michel Platini berhasil membawa Prancis juara Euro 1984. Saat menggelar Piala Dunia 1998, Prancis memutuskan mengenakan kostum serupa seperti yang digunakan Platini pada 1984 dengan harapan Zinedine Zidane dkk. berhasil menjadi juara. Harapan itu terkabul, dan Zidane mengikuti jejak Platini mengangkat piala bergengsi bagi Prancis dengan kostum serupa. Seragam yang dipakai Zidane saat juara Piala Dunia 1998 ini mirip dengan yang digunakan Michel Platini


1. Indonesia, 1956
Salah satu prestasi terbaik timnas Indonesia antara lain adalah lolos ke Olimpiade Melbourne 1956, dan bahkan sempat menahan imbang tanpa gol Uni Soviet, sebelum akhirnya Uni Soviet berhasil menggilas Indonesia pada partai ulangan dan kemudian berhasil meraih medali emas. Kostum hijau putih konon menjadi salah satu kostum yang digunakan tim Merah Putih saat itu dan kemudian sempat dipakai hingga 1981. Setelah hilang lebih dari dua dasawarsa, unsur hijau kembali hadir untuk kostum Piala Asia 2007. Kostum untuk Piala Asia 2007 itu mendapat sambutan hangat karena pemasaran yang cukup gencar dan dijual bebas, tetapi sayang kemiripan warna itu tidak mencapai keberhasilan yang sama seperti Prancis. Tim PSSI mampu tampil cukup baik pada Piala Asia 2007, tetapi kemudian harus mengakui kehebatan raksasa Asia lain dan setelah itu Garuda kembali meredup.
READMORE
 

Apa itu Pemain Homeground ?


UNI Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sudah membuat peraturan ketat sejak musim 2008-09. Salah satu di antaranya adalah setiap klub yang berlaga di kompetisi Eropa diharuskan mendaftarkan delapan pemain (dari total 25 pemain) yang berstatus homeground. Lantas, apa itu pemain homeground?

UEFA mendefinisikan pemain homeground sebagai pemain yang berlatih minimal tiga tahun di sebuah klub atau klub lain dalam satu kompetisi nasional (misal: Premier League, Serie-A, Liga BBVA) dalam periode usia 15-21 tahun. Sedangkan pemain homeground klub adalah pemain yang menjadi didikan sebuah klub. Pemain tersebut diartikan sebagai pemain yang saat menginjak usia 15-21 tahun telah berlatih minimal tiga tahun, baik kontinyu maupun tidak, di klub yang dibelanya saat ini.

Sejak musim 2008-09, UEFA mengharuskan setiap klub yang berlaga di kompetisi Eropa, yakni Liga Champions dan Liga Europa, agar mendaftarkan delapan pemain homeground dari maksimal 25 pemain yang bisa didaftarkan. Jika kurang dari delapan pemain homeground, maka maksimal pemain yang bisa didaftarkan juga akan berkurang.

Dari delapan pemain homeground yang didaftarkan, empat di antaranya harus berstatus sebagai pemain homeground klub (UEFA menyebutnya club-trained player).

Sebagai contoh adalah Cesc Fabregas. Meski Fabregas adalah didikan La Masia, akademi milik Barcelona, tetapi status Fabregas saat didaftarkan Barcelona adalah "pemain asing". Sebab, Fabregas tak berlatih, baik kontinyu maupun tidak, di Barcelona selama minimal tiga tahun saat dirinya berusia 15-21 tahun. Fabregas justru berstatus pemain homeground milik Arsenal.


Klub-klub Inggris dinilai paling "riskan" dengan peraturan ini. Bahkan, salah satu klub Inggris, Chelsea, hanya mendaftarkan 23 pemain utama di Liga Champions untuk memenuhi peraturan tersebut.

Chelsea mendaftarkan delapan pemain homeground, yakni Ross Turnbull, Ashley Cole, Gary Cahill, John Terry, Ryan Bertrand, Frank Lampard, Victor Moses, dan Daniel Sturridge. Namun, itu masih belum cukup karena dari delapan pemain tersebut, Chelsea hanya memiliki dua pemain homeground milik klub, yaitu Terry dan Bertrand.


Sebagai konsenkuensinya, Chelsea hanya menyertakan 23 pemain. Hal itu diperbolehkan seperti yang tertera dalam peraturan resmi UEFA pada Article 32: "ANNEX VIII - Locally Trained Players", mengenai kemungkinan kombinasi antara maksimal pemain bebas, minimal pemain homeground klub, dan minimal pemain homeground yang boleh didaftarkan di kompetisi Eropa. Seperti yang tertera di bawah ini:

1. 25 pemain: 17 pemain bebas, 8 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
2. 25 pemain: 17 pemain bebas, 7 pemain homeground klub, 1 pemain homeground
3. 24 pemain: 17 pemain bebas, 7 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
4. 25 pemain: 17 pemain bebas, 6 pemain homeground klub, 2 pemain homeground
5. 24 pemain: 17 pemain bebas, 6 pemain homeground klub, 1 pemain homeground
6. 23 pemain: 17 pemain bebas, 6 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
7. 25 pemain: 17 pemain bebas, 5 pemain homeground klub, 3 pemain homeground
8. 24 pemain: 17 pemain bebas, 5 pemain homeground klub, 2 pemain homeground
9. 23 pemain: 17 pemain bebas, 5 pemain homeground klub, 1 pemain homeground
10. 22 pemain: 17 pemain bebas, 5 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
11. 25 pemain: 17 pemain bebas, 4 pemain homeground klub, 4 pemain homeground
12. 24 pemain: 17 pemain bebas, 4 pemain homeground klub, 3 pemain homeground
13. 23 pemain: 17 pemain bebas, 4 pemain homeground klub, 2 pemain homeground
14. 22 pemain: 17 pemain bebas, 4 pemain homeground klub, 1 pemain homeground
15. 21 pemain: 17 pemain bebas, 4 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
16. 24 pemain: 17 pemain bebas, 3 pemain homeground klub, 4 pemain homeground
17. 23 pemain: 17 pemain bebas, 3 pemain homeground klub, 3 pemain homeground
18. 22 pemain: 17 pemain bebas, 3 pemain homeground klub, 2 pemain homeground
19. 21 pemain: 17 pemain bebas, 3 pemain homeground klub, 1 pemain homeground
20. 20 pemain: 17 pemain bebas, 3 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
21. 23 pemain: 17 pemain bebas, 2 pemain homeground klub, 4 pemain homeground
22. 22 pemain: 17 pemain bebas, 2 pemain homeground klub, 3 pemain homeground
23. 21 pemain: 17 pemain bebas, 2 pemain homeground klub, 2 pemain homeground
24. 20 pemain: 17 pemain bebas, 2 pemain homeground klub, 1 pemain homeground
25. 19 pemain: 17 pemain bebas, 2 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
26. 22 pemain: 17 pemain bebas, 1 pemain homeground klub, 4 pemain homeground
27. 21 pemain: 17 pemain bebas, 1 pemain homeground klub, 3 pemain homeground
28. 20 pemain: 17 pemain bebas, 1 pemain homeground klub, 2 pemain homeground
29. 19 pemain: 17 pemain bebas, 1 pemain homeground klub, 1 pemain homeground
30. 19 pemain: 17 pemain bebas, 1 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
31. 21 pemain: 17 pemain bebas, 0 pemain homeground klub, 4 pemain homeground
32. 20 pemain: 17 pemain bebas, 0 pemain homeground klub, 3 pemain homeground
33. 19 pemain: 17 pemain bebas, 0 pemain homeground klub, 2 pemain homeground
34. 18 pemain: 17 pemain bebas, 0 pemain homeground klub, 1 pemain homeground
35. 17 pemain: 17 pemain bebas, 0 pemain homeground klub, 0 pemain homeground
READMORE
 

Sejarah Munculnya Hooligan



Kekerasan yang disebabkan pendukung fanatik sepak bola atau hooliganisme sudah berlangsung lama. Ulah para pelaku kekacauan yang disebut hooligan itu bisa dilacak tidak hanya sejak puluhan tahun lalu, tetapi hingga berabad-abad lampau.

Peristiwa pertama yang disebabkan hooligan tak bisa dipastikan, tetapi dapat ditelurusi pada abad ke-14. Pada tahun 1314, Raja Inggris Edward II melarang sepak bola yang saat itu masih dilakukan warga desa secara sembarangan dengan menendang kandung kemih babi di lahan kosong.

Edward yakin, kegiatan tanpa peraturan itu bisa menyebabkan gangguan ketertiban. Kerusuhan yang tercatat pertama kali dalam olahraga modern terjadi pada dasawarsa 1880-an di Inggris. Saat itu, pendukung klub sepak bola kerap mengganggu wasit serta suporter dan pemain lawan.

Pada tahun 1885, setelah klub Preston North End mengalahkan Aston Villa 0-5 dalam pertandingan persahabatan, hooligan mengacau. Pemain kedua tim dilempari batu, diserang dengan tongkat, dipukul, ditendang, dan diludahi. Tahun berikutnya, fans Preston North End berkelahi dengan pendukung Queen’s Park di stasiun kereta api.


Dalam buku The Oxford English Dictionary dijelaskan, kata hooligan berasal dari nama keluarga fiksi Irlandia yang kerap membuat kebisingan di sebuah gedung konser pada era 1890-an. Kata hooligan lalu kerap digunakan sejak pertengahan dasawarsa tahun 1890.

Istilah itu digunakan untuk menyebut geng jalanan di London, Inggris. Masa itu hampir bersamaan dengan mulai dikenalnya Scuttlers, geng yang kerap membuat onar di kota Manchester, Inggris. Karena asal-usulnya itu, tak heran jika Inggris sangat kental dengan hooligan.


Pada tahun 1978, kerusuhan berskala besar pecah di Stadion The Den, London, setelah laga perempat final antara Milwall dan Ipswich. Botol, pisau, batang besi, sepatu bot, dan pecahan beton beterbangan di udara menyebabkan belasan orang terluka.

Pada Maret 1985, hooligan membuat kekacauan meluas di Luton, Inggris, saat Piala FA berlangsung. Pada Mei 1985, 39 pendukung Juventus terimpit hingga tewas di Heysel Stadium, Brussels, Belgia, sebelum final Liga Champions antara Liverpool dan Juventus. Selain itu, 96 suporter tewas dalam bencana Hillsborough pada tahun 1989.

Indonesia pun tak luput dari tragedi serupa. Peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi, misalnya, empat suporter di Indonesia tewas dalam dua pekan hingga awal Juni 2012. Lazuardi (29), misalnya, meninggal dunia di tengah pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Jakarta.

READMORE
 

22 Fakta Unik Mengenai Derby Manchester


Derby Manchester memiliki sejarah panjang dan sejumlah catatan menarik mengenai penyelenggaraannya.


Berikut fakta-faktanya:

1. Sudah ada 163 derbi sejauh ini

2. Ryan Giggs menjadi pemain paling banyak memiliki rekor penampilan di laga derby Manchester, yaitu dengan 35 caps.
HEAD-TO-HEAD
Manchester City vs Manchester United

KompetisiKemenangan
City
SeriKemenangan
United
Liga404958
Piala FA306
Piala Liga312
Community Shield002
Total455068

3. Pertama kali dihelat pada 12 November 1881, saat West Gorton, tim yang menjadi cikal bakal Manchester City, menjamu Newton Heath, tim yang akan menjadi Manchester United. Hasilnya, 3-0 untuk kemenangan Heath.

4. Duel pertama kedua tim di bawah sinar lampu terjadi pada 26 Februari 1889, yaitu laga untuk memeringati bencana tambang batu bara Hyde.

5. Peter Schmeichel mencatat rekor tak terkalahkan di laga derby untuk kedua tim, meski tak sampai clean sheet. Kiper Denmark itu membela United pada 1991 hingga 1999 dan City pada musim 2002/03.

6. Steve Coppell bermain di 300 laga lebih buat Manchester United dan hanya 32 hari bergabung bersama Manchester City sebagai manajer.

7. Owen Hargreaves menjadi pemain terakhir yang pernah membela kedua klub. Pemain pertama yang melakukannya adalah Bob Milarvie, yang membela United pada 1890 hingga 1891 dan City pada 1891 hingga 1896.

8. Pada 1978, pemain Manchester City dan Manchester United bergabung menjadi satu tim untuk melakoni laga testimonial Colin Bell melawan gabungan tim dari Everton dan Liverpool dalam laga tim Manchester melawan tim Merseyside.

9. Kedua tim hanya dua kali menjadi juara satu dan dua di akhir musim. Yang pertama terjadi pada musim 1967/68 dengan Manchester City sebagai juaranya, dan yang kedua terjadi di musim lalu.

10. Manchester United memenangi 68 laga dari 163 laga derby, di mana 50 laga di antaranya berakhir dengan hasil imbang.

11. Manchester City tak pernah menang laga pemanasan pembuka musim tiap melawan Manchester United.
Kevin Keegan menjadi manajer terakhir Manchester City saat melakoni derby di Maine Road dan Shaun Goater mencetak gol ke-100 dan 101 di pertandingan tersebut.

12.
 Joe Hayes dan Francis Lee, keduanya pemain Manchester City, tercatat sebagai pemain yang paling sering mencetak gol di laga derby ini, yakni sepuluh gol. Legenda United Bobby Charlton menempati peringkat kedua dengan sembilan gol.

13. Tiga laga semi-final dilakoni kedua klub, dua di antaranya di Piala FA dan satu lagi di Piala Liga, tapi keduanya tak pernah bertemu di laga final.

14. Manchester City menjadi tim pertama yang berhasil memenangi trofi juara pada 1904.

15. Pertama kali kedua tim bertemu di liga terjadi di musim 1894/95, dengan Newton Heath menang atas Manchester City dengan skor 5-2 di Hyde Road.

16. Kevin Keegan menjadi manajer terakhir Manchester City saat melakoni derby di Maine Road dan Shaun Goater mencetak gol ke-100 dan 101 di pertandingan tersebut.

17. Pada 1970, Denis Law mencetak gol lewat tendangan tumitnya melawan bekas klubnya Manchester United. Pertandingan kemudian dihentikan di tengah laga setelah suporter United masuk ke lapangan. Namun hasil pertandingan tetap.

18. Manchester United memenangi derby pertama dengan skor 5-1 pada 3 Oktober 1891.

19. Rekor penonton yang menyaksikan derby Manchester terjadi pada 20 september 1947, di mana 78 ribu penonton hadir di Maine Road, kandang City.

20. Sir Alex Ferguson sudah memimpin skuat Manchester United di 45 laga derby.

21. Derby Manchester tercatat pernah berlangsung di lima tempat berbeda. Selain Old Trafford dan City of Manchester, Hyde Road, Bank Street dan Maine Road pernah menjadi venue duel kedua tim ini.

22. Manchester United pernah tak memiliki kandang saat bertindak sebagai tuan rumah dalam derby Manchester ini. Hal ini terjadi pada 7 April 1948 dan 22 Januari 1949, di mana pada saat itu stadion Old Trafford masih direnovasi setelah rusak akibat Perang Dunia II. Maine Road menjadi markas sementara United pada saat itu.
READMORE
 

Sir Alex Ferguson Hidup Selamanya

Kartunis GOAL.com Omar Momani memberikan pandangan uniknya mengenai peresmian patung Sir Alex Ferguson



Setelah 26 tahun melatih Manchester United, Sir Alex Ferguson akan ‘hidup selamanya’ sejak Jumat (23/11) lalu ketika patung perunggunya diresmikan di Old Trafford.

Pelatih asal Skotlandia berusia 70 tahun ini berhasil memenangkan 37 trofi bersama The Red Devils. Sebuah rekor yang akan sulit diulangi oleh pelatih manapun.

Dalam peresmian patung tersebut, terdapat 2500 fans dan para eks pemain Iblis Merah seperti Eric Cantona, Ole Gunnar Solskjaer, Peter Schmeichel, Ruud van Nistelrooy, dan Bobby Charlton.
Sir Alex pun mengungkapkan kegembiraanya, “Ini adalah momen yang membanggakan. Normalnya, orang akan meninggal sebelum patungnya ada. Namun, saya mengalahkan kematian!”


READMORE
 

Rekor Tak Terkalahkan Juve Dirusak Inter

Selebrasi gol dari para punggawa Inter Milan di kandang Juventus. (Foto: Reuters)


Juventus harus mengakui kehebatan Inter Milan dengan kalah 1-3 dalam laga lanjutan Serie A di Juventus Stadium, Minggu (4/11/2012). Dengan ini Inter sukses merusak rekor tak terkalahkan Juve di laga ke-50 di Serie A.

Gol cepat Vidal pada babak pertama pun menjadi percuma, setelah Diego Milito dan Rodrigo Palacio membalas gol tersebut dan memastikan kemenangan bagi Inter Milan. Tim asuhan Andrea Stramaccioni pun berhasil meraih enam kemenangan secara beruntun di Serie A.

Kemenangan ini, tetap membuat La Beneamata di posisi kedua dengan torehan 27 poin. Poin Inter tersebut hanya selisih satu poin dari Juventus yang saat ini masih menjadi Capolista sementara.

Jalannya Pertandingan:
Bermain dalam laga bertajuk Derby d’Italia ini, Juventus langsung unggul 1-0 saat laga baru berjalan beberapa detik saja. Gol tercepat di ajang Serie A tersebut dicetak oleh Arturo Vidal.

Gol sendiri tercipta usai Vidal memotong umpan silang Kwadwo Asamoah dari sisi kiri. Alhasil, serangan cepat Vidal membuat barisan belakang Inter ketar-ketir karena belum siap menghadapi serangan dan gawang Inter yang dikawal Samir Handanovic pun bobol.

Namun, gol tersebut sedikit berbau kontroversial, pasalnya dalam tayangan ulang terlihat bahwa Asamoah sudah berdiri offside saat bola diumpan dari sektor tengah. Tapi, wasit melihat itu sebagai gol yang sah bagi tuan rumah.

Usai unggul 1-0 dengan gol cepatnya tersebut, Juve tak berhenti melancarkan serangan ke gawang Inter. Menit ketujuh Andrea Pirlo memberikan umpan ke Marchisio yang kemudian dilepaskan lewat tendangan voli.

Sayang, sepakannya tersebut berhasil ditepis kiper Handanovic dan hanya menghasilkan tendangan sudut bagi I Bianconeri. Tendangan sudut oleh Pirlo tersebut masih bisa diatasi dengan baik oleh Javier Zanetti.

Pada menit ke-12, Inter berhasil menjebol gawang si Nyonya Tua. Sayang, wasit malah menganulir gol dari Rodrigo Palacio tersebut, pasalnya wasit menilai Palacio sudah dalam keadaan offside.
Pada menit ke-33, Stephen Lichtsteiner melakukan pelanggaran cukup kerasa kepada Palacio. Beruntung, wasit tak memberikan kartu kuning kedua baginya dan Juve pun langsung mencari aman dengan menariknya keluar dan digantikan oleh Martin Caceres.

Menit ke-44, Asamoah melakukan tusukan ke pertahanan La Beneamata dan langsung melepaskan sepakannya. Namun, kiper Handanovic masih sanggup menepisnya dan hanya menghasilkan tendangan penjuru saja.

Pada babak pertama ini, kedua tim memang terlibat dalam jual beli serangan, meski walau masih gagal dikonversi menjadi gol. Babak pertama pun harus diakhiri dengan keunggulan 1-0 bagi Juventus. 

Memasuki babak kedua, I Nerazzurri langsung berinisiatif melakukan serangan demi membalas gol dari Juve yang tercipta di babak pertama. Palacio beberapa kali sempat mengancam lewat sepakannya, namun masih menjauh dari gawang Buffon.

Akhirnya, Inter mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti usai Milito dijatuhkan oleh Marchisio di daerah terlarang. Milito yang mengambil tendangan itu sendiri, sepakannya mampu menjebol gawang Buffon di menit ke-59.

Kedudukan pun menjadi imbang 1-1 dan membuat laga berjalan cukup seru hingga pertengahan babak kedua. Namun, lagi-lagi Milito menjadi sosok yang antagonis bagi si Nyonya Tua pada menit ke-75.

Milito kembali mencetak gol kedua bagi La Beneamata usai mendapat bola muntahan dari Guarin. Sontekan darinya pun mampu mengecoh kapten Juventus hingga memaksa Juve memungut bola dari gawang sendiri. Skor pun berubah jadi 2-1.

Tim tamu akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-80. Kali ini giliran Palacio yang menjebol gawang Buffon usai mendapatkan umpan dari Nagatomo. Hingga babak kedua berakhir, skor pun tetap 1-3 bagi kemenangan Inter di laga Derby d’Italia ini.

Susunan pemain
Juventus:
 1-Gianluigi Buffon; 3-Giorgio Chiellini, 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci; 8-Claudio Marchisio, 21-Andrea Pirlo, 22-Kwadwo Asamoah, 23-Arturo Vidal, 26-Stephan Lichtsteiner (4-Martin Caceres 38, 27-Fabio Quagliarella 78); 9-Mirko Vucinic (17-Nicklas Bendtner 45+1), 12-Sebastian Giovinco

Inter Milan: 1-Samir Handanovic; 23-Andrea Ranocchia, 25-Walter Samuel , 40-Juan; 4-Javier Zanetti, 19-Esteban Cambiasso, 21-Walter Gargano, 55-Yuto Nagatomo; 8-Rodrigo Palacio, 22-Diego Milito (16-Gaby Mudingayi 80), 99-Antonio Cassano (14-Fredy Guarin 69)
READMORE
 

Guardiola Tinggalkan Barca Karena Fabregas & Villa?

Josep 'Pep' Guardiola saat masih melatih Barca (Foto: Reuters)


Kabar mengejutkan datang dari seorang agen bernama Francois Gallardo, yang mengatakan bahwa keputusan Josep ‘Pep' Guardiola meninggalkan Barcelona bukan karena alasan olahraga.

Dalam pernyataannya, Gallardo menyebutkan bahwa Pep memutuskan hengkang dari Barca karena tidak mendapat dukungan dari presiden klub Sandro Rosell terkait rencananya melepas empat pemain yang tidak disukainya.

“Guardiola mengajukan empat syarat kepada (Sandro) Rosell, sebelum menandatangani perpanjangan kontrak,” ujar Gallardo dikutip AS.

“Salah satu poin dalam persyaratan tersebut, ada permintaan Guardiola untuk menjual Dani Alves, Gerard Pique, Cesc Fabregas dan David Villa. Untuk tiga nama pertama, Guardiola menilai mereka sudah tidak punya komitmen,” sambungnya.

Pelatih tersukses dalam sejarah Barca dengan koleksi 14 trofi juara dalam empat tahun ini, diakui Gallardo tidak menyukai attitude Fabregas dan ketiga pemain lainnya.

Namun, keinginannya tersebut ditolak oleh Rosell yang tahu bahwa fans tidak akan menerima keputusannya jika menuruti keinginan Guardiola. Hasilnya, Guardiola memutuskan mundur dan kini tengah menikmati masa ‘cutinya’ bersama keluarganya di New York, Amerika Serikat.

Namun, pernyataan Gallardo ini belum bisa dipastikan kebenarannya. Pasalnya, beberapa waktu lalu, pria yang mengaku agen FIFA ini juga sempat melontarkan pernyataan bahwa kapten Chelsea John Terry tengah bernegosiasi dengan Valencia. Namun, pernyataannya tersebut malah dibantah pihak The Blues.
READMORE
 

Die Borussen Kudeta Posisi Madrid

Marcel Schmelzer (kiri) dan Kevin Grosskreutz merayakan gol kedua Dortmund. (Foto: Reuters)


Borussia Dortmund berhasil mempecundangi Real Madrid dengan skor 2-1, pada laga lanjutan Grup D Liga Champions. Dua gol kemenangan Die Borussen dicetak Robert Lewandowski dan Marcel Schmelzer, sedangkan Cristiano menjadi pencetak gol bagi Madrid.

Pada laga yang berlangsung di Signal Iduna Park, Kamis (25/10/2012) dini hari WIB tersebut, kedua tim sama-sama menerapkan pola permainan menyerang. Namun, setelah terjadinya gol kedua, Dortmund tampil disiplin sehingga berhasil menjaga keunggulan, sekaligus membuat mereka menggeser Madrid di puncak klasemen sementara Grup D.

Babak I
Tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Dortmund langsung menekan sejak awal. Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena beberapa menit kemudian Madrid berhasil keluar dari tekanan dan mulai membangun serangan ke daerah pertahanan Dortmund.

Pada menit ke-13, gelandang Dortmund, Sebastian Kehl mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, bola hasil tendangannya tersebut masih mengenai tiang gawang Madrid yang dikawal Iker Casillas.

Berikutnya, kedua tim sili berganti melakukan serangan. Pada menit ke-24, gelandang Madrid Angel di Maria berhasil masuk ke dalam kotak penalti Dortmund dan melepaskan tembakan keras. Namun, bola masih melambung di atas gawang sehingga gawang tuan rumah pun masih aman dari gol.

Dua menit berselang, Dortmund mendapat peluang emas. Mario Gotze beraksi di sisi kanan pertahanan Madrid, sebelum akhirnya melepaskan tembakan keras yang mengarah ke gawang Casillas. Namun, bola hasil tendangannya berhasil diantisipasi dengan gemilang oleh kapten Timnas Spanyol tersebut.

Para pendukung tuan rumah akhirnya bersorak-sorai pada menit ke-36. Robert Lewandowski, yang mendapat umpan terobosan dari Kehl -setelah Pepe melakukan blunder, berhasil lepas dari kawalan para bek Madrid dan menceploskan bola tanpa mampu dihalau Casillas. Dortmund pun unggul 1-0.

Tak butuh waktu lama bagi Madrid untuk menyamakan kedudukan. Pada menit ke-38, Cristiano Ronaldo berhasil mencetak gol dengan mengelabui Weidenfeller, setelah mendapat umpan dari Mesut Ozil. Dan, gol tersebut menjadi yang terakhir di babak pertama. Dortmund 1-1 Madrid.

Babak II
Memasuki paruh kedua, Dortmund langsung tampil menggebrak. Pada menit ke-50, Gotze melepaskan tembakan keras ke gawang Madrid, namun Casillas dengan brilian mampu menggagalkan peluang tersebut. Dan, satu menit berselang, Casillas kembali berhasil mengamankan gawangnya dengan memblok tendangan bebas Marco Reus.

Madrid pun tak mau kalah. Pada menit ke-57, Karim Benzema mendapat peluang setelah mendapat umpan dari Michael Essien. Namun, mantan penyerang Lyon tersebut masih gagal menceploskan si kulit bundar ke gawang Dortmund yang dikawal Roman Weidenfeller. Kedudukan pun belum berubah.

Signal Iduna Park kembali bergemuruh pada menit ke-64. Berawal dari serangan yang dibangun di sisi kanan pertahanan Madrid, Casillas berhasil memotong umpan silang. Namun, bola justru mengarah pada Marcel Schmelzer, yang kemudian melepaskan tembakan yang membuat jala gawang Madrid terkoyak untuk kedua kalinya. 2-1 untuk Dortmund.

Tertinggal, anak asuh Jose Mourinho tersengat. Mereka terus memberikan tekanan kepada para pemain Dortmund sambil berusaha menciptakan gol penyama kedudukan. Namun, usaha mereka kerap gagal karena ketatnya pertahanan Die Borussen. Sedangkan tuan rumah mencoba untuk tetap mempertahankan keunggulan.

Enam menit jelang pertandingan berakhir, nyaris terjadi gol bunuh diri di gawang Dortmund, setelah terjadi salah pengertian antara Weidenfeller dan Schmelzer. Namun, setelah kejadian tersebut, mereka tampil disiplin dan menjaga kemenangan 2-1 hingga akhir pertandingan.

Susunan pemain:
BORUSSIA DORTMUND: Weidenfeller, Schmelzer, Subotic, Hummels, Piszczek, Bender (Gundogan 67’), Kehl, Großkreutz, Reus (Perisic 91’), Gotze (Schieber 87’), Lewandowski

REAL MADRID: Casillas, Ramos, Varane, Pepe, Essien, Khedira (Modric 20’), Alonso, Di Maria, Ozil, Ronaldo, Benzema (Higuain 73’)
READMORE
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...